Interpretasi Oracle (bg. 2) - 5W 1H
Belum baca bagian pertamanya? Klik sini!
*****
Setelah berkutat dengan pertanyaan-pertanyaan yang bisa dijawab dengan "Yes" atau "No", akan tiba waktunya pemain menanyakan hal-hal yang lebih mendetail: siapa, apa, bagaimana, kapan, di mana. Seperti menulis artikel yang idealnya butuh menjawab 5W+1H.
Bagi yang tidak familier dengan singkatan "5W+1H", 5W adalah "what" (apa), "why" (kenapa), "who" (siapa), "when" (kapan), "where" (di mana) dan 1H adalah "how" (bagaimana).
Oracle yang cukup lengkap, misalnya seperti Mythic Gamemaster Emulator, biasanya sudah menyediakan tabel tersendiri untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mendetail selain pertanyaan yes/no. Bahkan sudah makin banyak Oracle gratisan yang hanya terdiri dari beberapa halaman, bahkan satu halaman (biasanya tidak "one page" tapi satu lembar bolak balik), menyediakan tabel untuk pertanyaan yang lebih kompleks.
Tapi ada tabel yang membantu menjawab pertanyaan 5W+1H tidak lantas membuat interpretasi menjadi lebih mudah.
Problem 1: Tidak ada ide eui
Ini adalah hal yang sangat umum terjadi dalam sesi solo RPG. Proses menginterpretasikan hasil roll mirip (kalau bukan sama) dengan menulis berdasarkan writing prompt. Sudah jadi semacam rahasia umum bahwa proses kreatif seperti menulis butuh "bensin" dengan mengkonsumsi karya kreatif lainnya, seperti film, novel, komik, dan lain-lain.
Tapi kan tidak semua yang main solo RPG adalah penulis. Tidak ada tuntutan bahwa main solo RPG harus diikuti dengan skill creative writing.
Benar sekali, maka dari itu ketika bermain solo RPG, tidak ada alasan untuk mengikuti proses kreatif yang sama dengan penulis. Sesi game-mu penuh dengan referensi dari komik yang sedang kamu ikuti atau film favoritmu? Kenapa tidak? Saya pernah main bersama gamemaster yang banyak terinspirasi dari Lord of Mysteries. Pernah juga main bersama gamemaster yang mengusulkan character development ala Jedi dari Star Wars untuk karakter monk saya yang terinspirasi dari Rasputin dari film The King's Man. Yang terakhir itu hasilnya so cool, sayangnya campaign-nya kandas tengah jalan.
Makin banyak media kreatif yang dikonsumsi, makin banyak juga mix and match yang bisa dilakukan. Pilihan untuk menginterpretasikan hasil roll pun semakin terbuka luas.
Problem 2: Hasil roll terlalu "mengawang"
Saya akan blak-blakan bilang bahwa ini sering terjadi ketika saya menggunakan One Page Solo Engine, bahkan saya tuliskan di postingan review One Page Solo Engine. Problem ini bukan tidak mungkin ditemukan di Oracle lain, saya spesifik sebut One Page Solo Engine semata-mata karena dari semua Oracle yang saya coba (yang belum sebanyak pemain veteran solo RPG).
Kalau diulik lebih lanjut, kendala ini sebetulnya terjadi karena hasil roll yang terlalu abstrak/high level, yang sangat luas interpretasinya. Solusinya cukup simpel: a) dipaksakan dipikirkan agar terbiasa; b) gunakan random table dari Oracle lain yang isi tabelnya lebih konkret.
Solusi pertama melatih berpikir kreatif, solusi kedua lebih straightforward to the point. Mana yang lebih bagus? Yang cocok dengan bagaimana kalian ingin memainkan sesi solo RPG kalian. Apakah mau sekalian berlatih berpikir kreatif atau ini sesi santai jangan dibikin capek dan susah?
Problem 3: Waduh, nyambunginnya gimana ...?
Kadang hasil roll yang muncul jauh dari ekspektasi. Saking jauhnya, bahkan tidak terlihat ujung pangkal bagaimana mengaitkannya dengan situasi dalam game.
Solusi untuk problem yang ini sebetulnya mudah: reroll dadu atau tidak roll dadu dan pilih saja mana yang dirasa cocok. Saya pribadi merasa solusi ini simpel, tapi kalau dilakukan berulang-ulang justru mengurangi keasyikan utama dari solo RPG yang mengutamakan kejadian random tak terduga.
Problem 4: Random Table tidak menjawab pertanyaan saya!
YouTuber favorit saya yang fokus membahas solo RPG, geek gamers pernah memposting sebuah video di mana dia menunjukkan bagaimana menggunakan novel sebagai pengganti random table. Beliau tidak hanya saklek menggunakan satu Oracle atau satu buku referensi atau satu random table. Peta yang dia comot pun kadang berasal dari boardgame.
Dari geek gamers, saya jadi belajar bahwa banyak material (buku, boardgame, aneka system tabletop RPG, dll) yang bisa diadaptasi untuk sebuah sesi solo RPG.
Jadi, ketika Oracle yang kamu pakai tidak menjawab pertanyaanmu dengan baik, mungkin sudah saatnya beralih ke Oracle lain atau malah mencari material lain untuk dijadikan random table. Ini sesi solo RPG milikmu, jadi lakukan apa yang paling membuatmu merasa bersemangat memainkannya.
Akhir Kata
Semoga pembahasan kali ini bisa mengurangi kebuntuan-kebuntuan yang dihadapi dalam sesi solo RPG dan membuat sesi lebih lancar.
Solo RPG punya "seni"-nya sendiri. Jangan khawatir kekurangan bahan atau referensi karena cukup banyak content creator yang rutin membahasnya, baik dalam bentuk actual play, review, atau tips dan trik.
Good luck and have the best day!
*****
Mau baca pembahasan solo toolkit lainnya? Melipir dulu kemari.
Komentar
Posting Komentar