Interpretasi Oracle - Iya, Tidak, dan BISA JADIIIIIIII
Salah satu komen yang ditinggalkan pengunjung blog ini di salah satu postingan saya adalah alasan utama kenapa postingan ini akhirnya dibuat. Saya sangat berterima kasih karena rutin nge-blog itu harus ada topik untuk ditulis dan dibahas.
Interpretasi hasil roll Oracle memang susah-susah gampang. Ini betul-betul seperti kita mendengar seorang peramal ngomong "saya melihat ... sebuah bayangan gelap" sambil dia lihat bola kristal atau ada orang kesambet entah apa dan tiba-tiba dia teriak "aku melihat roda api bersayap turun di atas Kota X".
... Mungkin tidak segitunya sih.
Di postingan ini saya akan membahas mulai dari yang paling umum, yang bisa dibilang wajib ada untuk setiap Oracle.
NOTE: Bagi yang mengikuti blog ini mungkin sudah hafal kalau saya sering menyebut Oracle sebagai "Kerang Ajaib", referensi dari salah satu episode Spongebob Squarepants. Di postingan kali ini saya akan konsisten menyebutnya sebagai "Oracle".
Yes dan No
Jawaban "Yes" dan "No" dari hasil roll dadu adalah yang paling umum dan bisa ditemukan di hampir setiap Oracle. Karena itulah, di salah satu buku tentang solo RPG yang pernah saya baca, ada rekomendasi untuk lebih sering menanyakan pertanyaan yang jawabannya "yes/no" pada Oracle daripada pertanyaan terkait deskripsi detail.
Saya sering memberikan contoh simpel seperti ini:
- Player: "Apakah ruangan ini kosong?"
- Oracle: "Tidak."
- Player: "Apakah ada ... musuh?"
- Oracle: "Ya."
- Player: "Apakah musuhnya banyaknya melebihi kami satu party?"
- Oracle: "Ya."
- Player: "WELL SHIT. KABUR AJA, GUYS."
Jika bermain dengan seorang gamemaster, sang gamemaster biasanya sudah punya detail yang dia siapkan lebih dulu. Ketika pemain bertanya, GM tinggal menjawab berdasarkan detail tersebut.
Sementara jika bermain solo, pemain-lah yang harus lebih dulu membuat asumsi tentang detail, lalu baru bertanya pada Oracle apakah asumsi kita tersebut benar atau tidak.
Contoh di atas, setelah Oracle menjawab pertanyaan "apakah ruangan ini kosong", asumsi yang pemainnya ambil adalah "tidak kosong, karena ada orang di dalamnya". Pemain yang lain mungkin mengambil asumsi "tidak kosong karena banyak perabotan/perlengkapan di dalamnya". Dan tidak ada yang salah dari dua versi asumsi tersebut.
But dan And
Kalau Oracle hanya bisa menjawab "yes/no", sebetulnya kita tidak butuh dadu, hanya butuh tos koin saja. Supaya jawabannya lebih menarik, "but" dan "and" diikutsertakan menjadi embel-embel tambahan dari jawaban "yes/no".
But ...
"But" adalah untuk "meringankan" jawaban "yes/no". Embel-embel tambahan yang membuat jawaban"yes/no" tidak terasa absolut karena masih ada tersisa celah-celah yang bisa dimanfaatkan pemain. Situasi negatif, tapi tidak hopeless, situasi positif, tapi tidak bisa gegabah.
Contoh menggunakan pertanyaan tentang ruang kosong:
- Player: "Apakah ruangan ini kosong?"
- Oracle: "Tidak."
- Player: "Apakah ada ... musuh?"
- Oracle: "Ya, tapi ...."
- Player: "Tapi mereka sedang tertidur!"
And ...
"And" adalah untuk "memberatkan" jawaban "yes/no". Embel-embel tambahan yang membuat jawaban "yes/no" lebih intens daripada ekspektasi. Situasi negatif makin negatif, situasi positif dapat bonus jadi makin positif.
Contoh menggunakan pertanyaan tentang ruang kosong:
- Player: "Apakah ruangan ini kosong?"
- Oracle: "Tidak."
- Player: "Apakah ada ... musuh?"
- Oracle: "Ya, dan ...."
- Player: "Dan mereka semua bersenjata lengkap. Waduh???"
Sedikit rekomendasi, jika sudah memutuskan jawaban untuk "but/and", baik dari pemikiran sendiri maupun dari random table lainnya, sebaiknya tidak perlu lanjut menanyakan "yes/no" lagi pada Oracle terkait jawaban tersebut.
Kenapa? Karena dengan menanyakan detail, sekali lagi kita akan masuk ke dalam rangkaian pertanyaan "yes/no" yang rentan membuat kita selaku pemain bosan karena cerita yang tidak maju-maju. Dan potensial makin membingungkan kalau jawaban "but/and" berlanjut lagi dengan "but/and" lainnya.
Likeliness (seberapa mungkin)
Beberapa Oracle menerapkan juga "Likeliness" alias seberapa mungkin sih jawaban dari pertanyaan "yes/no" kalian adalah "yes". "Likeliness" ini ditentukan oleh situasi karakter saat pertanyaan diajukan dan lebih bergantung pada penilaian pemain, bukan pada randomness.
Sebagai contoh, masih menggunakan pertanyaan tentang ruang kosong:
- Karakter menyusup masuk ke kastil yang harusnya terbengkalai sejak lama -> situasi 50:50
- Karakter menelusuri penjara bawah tanah yang hilang dan baru-baru ini ditemukan kembali -> situasi lebih mungkin ruangan kosong
- Karakter menyusup ke dalam markas bandit -> situasi nyaris tidak mungkin ruangan kosong
Akhir Kata
Menggunakan Oracle sebagai pengganti GM sebetulnya butuh sedikit proses penyesuaian. Salah satunya adalah dengan menyesuaikan pertanyaan apa yang diajukan.
Gamemaster sudah menyiapkan detail dan siap menjawab pertanyaan pemain. Sementara dalam solo play, pemain dipersilakan untuk membuat asumsi dan membiarkan Oracle memutuskan apakah asumsi tersebut benar adanya atau malah benar-benar nge-twist.
Semoga postingan ini bisa sedikit mengurangi kebingungan dalam menggunakan Oracle di sesi solo play walaupun pembahasannya masih di permukaan.
Sampai ketemu lagi di pembahasan tentang interpretasi Oracle berikutnya!
***
Ingin membaca tips dan trik atau pembahasan terkait solo toolkit lainnya? Bisa melipir ke halaman ini.
Komentar
Posting Komentar