Let Me Solo This! - Review One Page Solo Engine
Dari menelusuri aneka solo journaling, saya kemudian terdampar di halaman One Page Solo Engine.
Main tabletop RPG tanpa gamemaster sebetulnya bukan hal yang 100% baru buat saya. Waktu saya mendalami Call of Cthulhu, salah satu modul gratisannya adalah Alone Against the Flames yang bentuknya "choose your own adventure" tapi dengan tambahan lempar dadu, tidak cuma buka halaman sekian kalau pilih aksi apa.
One Page Solo Engine adalah pengalaman pertama saya bermain menggunakan Oracle aka "Kerang Ajaib".
What Works Well
Plot Hook dan Set the Scene
Ini dua komponen penting untuk memulai sebuah cerita. Karakter kita lagi disuruh ngapain sih? Saat cerita dimulai, mereka sedang berbuat apa di mana? Lalu apakah terjadi sesuatu yang membuat segalanya runyam? Sesuatunya apa tuh?
Kita jadi tidak perlu berlama-lama memikirkan awal mula cerita. Bahkan setelah satu plot (atau quest) selesai, roll saja lagi untuk yang baru.
Cara pakai mudah dipahami
Instruksi cara pakai One Page Solo Engine singkat, padat, jelas. Kita hanya perlu baca kira-kira 6 kalimat buat paham cara pakainya.
Untuk random table pun detail cara pakainya ditaruh di bagian teratas dari random table itu, jadi kita tidak perlu bolak-balik halaman untuk kroscek cara pakainya seperti apa. Terkait bolak-balik halaman, sebetulnya juga tidak perlu-perlu amat karena ... (lanjut ke bagian berikutnya)
Muat di 1 lembar A4
Cukup print saja halaman 1 dan 2 bolak balik di selembar A4. Udah cukup, segitu aja. Benar-benar singkat, padat, jelas. Mau dibawa-bawa beneran satu lembar itu saja.
Isi halaman 3 adalah disclaimer, di balik proses desainnya, dan tips cara main. Tidak ada random table sama sekali, jadi nggak di-print juga nggak masalah.
Tapi walaupun tidak ada random table di halaman 3, saya pribadi tetap membacanya untuk memahami intensi desain solo toolkit ini dan juga sedikit bahasan tentang bagaimana menginterpretasi hasil roll.
Random table dengan kartu meminimalisir perulangan
One Page Solo Engine tidak hanya menggunakan dadu, tapi juga satu set kartu remi. Kalau setiap kartu yang sudah kita keluarkan kita taruh di tumpukan berbeda, kartu-kartu berikutnya yang kita kocok dan tarik untuk jawaban Oracle selanjutnya tidak akan mengulangi hasil yang sudah keluar.
Dengan mekanisme seperti ini, kita terhindarkan dari hasil sama berturut-turut seperti kalau roll dadu keluarnya angka "4" terus untuk pertanyaan yang mirip.
What Doesn't Work Well
Interpretasi agak sulit
One Page Solo Engine menggunakan simbol kartu menjadi apa yang disebut "Domain". Masing-masing Domain ini bisa berarti sangat banyak hal karena desainer toolkit ini ingin lebih banyak ruang untuk interpretasi.
Saya sangat sering bingung kalau kartu yang ditarik simbolnya adalah sekop dan hati. Sekop itu "Mystical (meaning, capability)", sedangkan hati itu "Social (personal, connection)". Saat pertanyaan saya adalah "benda apa yang diwariskan NPC mentor pada karakter kita?" kemudian saya tarik kartu dan hasilnya adalah "Complex Social" ....
Apakah dia mewariskan cincin mantan istrinya yang dia ceraikan puluhan tahun silam karena dia curiga istrinya berselingkuh dengan adiknya? Kalaupun iya, kenapa juga dia wariskan itu pada kita???
Alhasil saya overthinking.
Manajemen kartu yang sudah pernah dikeluarkan
Untuk membuat kartu "mengingat" kombinasi apa yang sudah pernah muncul, kita perlu memisahkan kartu ke tumpukan yang berbeda. Jika kita bermain solo RPG di rumah dan meja yang kita pakai main memungkinkan untuk menyimpan kartu-kartu ini, maka tidak masalah. Tapi kalau kita jenis yang main solo RPG di mana saja dimungkinkan, kartu biasanya kembali masuk ke kotak. Perlu sekat tambahan atau cara peletakan tertentu untuk memisahkan antara kartu yang sudah pernah dikeluarkan dan yang belum. Ini sedikit kurang praktis, menurut saya.
Kalau urusan ukuran kartu untuk dibawa-bawa, kebetulan saya menemukan ada kartu remi ukuran mini yang bisa masuk ke dalam salah satu kotak dadu. Yang lebih kecil ukurannya ada, tapi lebih kecil dari kartu remi ini rasanya sudah termasuk menyusahkan diri.
Kesimpulan Akhir
Terlepas dari kendala menerjemahkan kartu yang seringkali membuat overthinking, saya hampir selalu merekomendasikan One Page Solo Engine ini pada mereka yang mau mencoba solo RPG. Alasannya adalah:
Gratis
Apalagi buat yang baru coba-coba, sebaiknya meminimalisir pengeluaran karena belum tentu cocok.
Tidak butuh baca ratusan halaman untuk pakai
Di ranah solo RPG, sebetulnya Oracle yang paling terkenal dan banyak dipakai adalah Mythic Game Master Emulator. Tapi untuk memakai Mythic ini melibatkan membaca lebih dari sepuluh halaman sebelum bisa menggunakannya.
One Page Solo Engine, sesuai namanya, memuat mayoritas random table yang dibutuhkan ketika sesi solo RPG dalam satu lembar A4. Tidak butuh waktu lama untuk membaca dan mencobanya.
Apakah lantas Mythic GME itu jelek? Tidak begitu. Buku itu inspirasi buat banyak sekali solo RPG toolkit.
Tapi kalau mau mengakomodasi orang belajar atau mencoba sesuatu kan harus mulainya dari yang mudah supaya tidak kewalahan mencerna.
Sekian dulu review kali ini. Good luck and have a good day!
*****
Suka dengan review ini? Tip-mu sangat saya apresiasi:
Komentar
Posting Komentar