Launquius AP - 1. Quest Perdana
Sebelumnya: 0. Prolog
*****
Papan permintaan bantuan yang berada di sudut tavern adalah tempat di mana mayoritas adventurer ternama bermula. Tempat perdana mereka mengambil keputusan mana quest yang layak untuk pertaruhan nyawa mereka. Awal dari kisah panjang petualangan yang bisa dengan bangga diceritakan pada adventurer muda yang kemudian memulai kisah mereka sendiri dari papan yang sama.
Tidak ada kurasi atau persyaratan khusus untuk menempelkan poster permohonan bantuan di papan tersebut, berbeda dengan papan yang ada di balairung kantor walikota.
Permohonan bantuan yang ditempelkan di balairung kantor walikota harus melewati serangkaian prosedur untuk memastikan permohonan tersebut valid, bukan penipuan. Sebagai gantinya, para adventurer yang hendak mengakses papan di balairung kantor walikota perlu membayarkan sejumlah koin pada pengelola papan permohonan bantuan. Pertukaran untuk jaminan keabsahan quest.
Skell dan Marduk, sayangnya, tidak punya cukup keping koin untuk mengakses papan di balairung tersebut. Untuk sekarang ini, keduanya harus mencukupkan diri dengan papan permintaan bantuan di sudut tavern.
? Apa quest pertama mereka sebagai adventurer lepasan?
"La ... uni ... us?" Skell tidak yakin ia membaca nama yang tercantum pada poster pada papan dengan benar. Poster permohonan bantuan itu terlihat masih baru dan juga satu-satunya yang tak banyak menarik perhatian adventurer lainnya yang sudah mengambil poster lainnya.
"Launqusius." Marduk mengucapkannya dengan lebih percaya diri.
"Launquius." Adventurer lain, yang berdiri di sebelah Skell dan Marduk, meralat. Ia melihat satu poster lainnya selain yang tengah dibaca Skell dan Marduk, mengangkat bahu, lalu beranjak pergi mendatangi salah satu meja di tavern. Sang adventurer tidak mengambil quest dari papan.
"Aku lebih lancar membaca dibanding kakak-kakakku," gerutu Skell. Untuk seseorang dari keluarga petani, bisa membaca adalah suatu pencapaian.
Marduk hanya bergumam tak jelas. Ia jarang berkomentar.
"Kita mau ambil quest ini?"
"Boleh." Mata Marduk terpicing. Pelan-pelan, ia mengulurkan tangannya ke arah poster, melepaskannya dari papan. "Melindungi atau membantu si peminta bantuan. Di Launquius."
"Anda tahu Launquius itu tempat seperti apa?"
"Tidak."
"Anda tahu di mana Launquius berada?"
"Tidak."
? Tempat seperti apa yang menjadi tujuan mereka?
Sadar kalau mereka hendak mengambil sebuah quest di lokasi yang tak mereka ketahui sedikit pun, Skell dan Marduk bertanya pada bartender yang langsung mengarahkan mereka untuk bertanya pada seorang adventurer senior yang kebetulan sedang bersantai di tavern.
"Ah!" Si adventurer mengerjapkan mata beberapa kali. "Aku pernah dengar tempat ini. Satu kali tiba di perbatasannya, tapi tidak ke sana. Tempat menarik. Terutama kalau kalian senang peradaban kuno. Tapi utamanya, tempat ini, tempat yang disebutkan di permintaan bantuan ini, adalah kuil. Kuil yang berada di dalam perut bukit, di tempat yang dulunya bagian dari peradaban kuno."
? Nama tempat ini adalah ...?
"Orang-orang setempat menyebutnya High Barrow Vault," lanjut si adventurer senior. "Karena orang yang menemukannya mengira dia menemukan bukit kuburan."
Sang adventurer menyerahkan kembali poster pada Skell dan Marduk.
"Launquius bukan tempat tujuan favorit, tapi justru kalian tidak akan punya banyak saingan di sana. Semoga beruntung."
*****
bersambung ....
Komentar
Posting Komentar